Jumat, 26 Desember 2008

ECLIPSE




Buku ketiga Twilight saga adalah Eclipse ....


1. ULTIMATUM
2. MENGHINDAR
3. MOTIF
4. ALAM
5. IMPRINT
6. SWISS
7. AKHIR YANG MENYEDIHKAN
8. AMARAH
9. TARGET
10. BAU
11. LEGENDA
12. WAKTU
13. VAMPIR BARU
14. DEKLARASI
15. TARUHAN
16. HARI YANG PENTING
17. SEKUTU
18. INSTRUKSI
19. EGOIS
20. KOMPROMI
21. JEJAK-JEJAK
22. API DAN ES
23. MONSTER
24. KEPUTUSAN KILAT
25. CERMIN
26. ETIKA
27. KEBUTUHAN
EPILOG – PILIHAN
Buku ke empat BREAKING DAWN belum di cetak di Indonesia, jadi masih harus sabar dulu, yang jelas endingnya happily ever after...

NEW MOON


New moon adalah buku kedua Twilight saga (sambungan Twilight). Karena belum sempet buat resensinya, jadi ini judul tiap bab dulu :


1. PESTA
2. JAHITAN
3. TAMAT
4. TERBANGUN
5. CURANG
6. TEMAN-TEMAN
7. PENGULANGAN
8. ADRENALIN
9. KAMBING CONGEK
10. PADANG RUMPUT
11. SEKTE
12. PENYUSUP
13. PEMBUNUH
14. KELUARGA
15. TEKANAN
16. PARIS
17. TAMU
18. PEMAKAMAN
19. BERPACU
20. VOLTERRA
21. VONIS
22. PENERBANGAN
23. KEBENARAN
24. PEMUNGUTAN SUARA
EPILOG – KESEPAKATAN

Kamis, 25 Desember 2008

TWILIGHT by Stephenie Meyer


Twilight emank bacaan yang bagus, and gue bilang lebih enak bacanya (karena lebih lengkap) daripada nonton filmnya, kecuali motif U nonton buat ngeliat Edward dan Jasper. Jadi gue buat summary chapter by chapter (Don't forget to buy O.k) ....

1. PANDANGAN PERTAMA
Bella Swan, seorang gadis berkulit pucat yang canggung (bukan tipe atlet), memutuskan untuk pindah ke kota Forks – sebuah kota kecil, untuk tinggal bersama ayahnya - Charlie, yang seorang polisi, setelah ibunya - Renee, yang tinggal di Phoenix menikah lagi. Bella sebenarnya tidak suka tinggal di kota yang selalu lembab dengan curah hujan tinggi seperti Forks.
Bella mendapat hadiah sebuah truk Chevy tua berwarna merah dari Charlie, yang digunakannya untuk berangkat ke sekolah. Disekolah, sebagai murid baru, Bella cukup menarik perhatian murid-murid lainnya.
Ketika ia sedang makan di kantin bersama beberapa teman yang baru dikenalnya, ia melihat satu kelompok yang terdiri dari lima orang terpisah dari murid-murid lainnya, mereka terlihat sangat sempurna - tampan dan cantik, mereka adalah anak adopsi keluarga Cullen, mereka adalah Emmet dan Rosalie, Jasper dan Alice, keempat orang tersebut terlihat seperti berpasangan, dan anggota yang terakhir adalah Edward.Dikelas biologi Bella sebangku dengan Edward, yang kelihatan sekali bersikap tidak bersahabat terhadap Bella. Ia bahkan berusaha menukar jam pelajarannya ke jam lain, seperti tidak sudi bertemu dengan Bella.

2. BUKU YANG TERBUKA
Keesokan harinya Edward tidak masuk sekolah, begitu juga hari-hari berikutnya. Akhirnya pada hari senin minggu depannya Edward kembali masuk sekolah, kali ini dia tampak “berbeda” dan lebih ramah, ia bahkan memperkenalkan dirinya waktu mereka mengikuti kelas biologi. Bella memperhatikan kali ini mata Edward berwarna coklat kekuningan yang aneh, berbeda dari waktu terakhir kali mereka bertemu, waktu itu matanya berwarna hitam kelam.

3. FENOMENA
Hujan yang turun semalam membuat salju mencair kemudian membeku kembali membentuk lapisan es yang licin di jalan. Karena jalan yang licin pula Bella hampir tewas terjepit diantara truknya dan van milik Tyler – teman sekolahnya, yang berputar kehilangan kendali. Tapi dengan tenaga dan kecepatan yang menakjubkan, Edward menyelamatkan Bella. Edward berkata ia berdiri tepat disamping Bella pada saat terjadinya kecelakaan, namun Bella yakin Edward berdiri jauh darinya pada saat itu, hal tersebut menimbulkan pertengkaran diantara keduanya. Tyler dan Bella dibawa ke rumah sakit, dan Tyler berkali-kali berusaha meminta maaf pada Bella. Dirumah sakit mereka diperiksa oleh dr. Cullen, ayah Edward, yang wajahnya juga sangat tampan seperti bintang film. Malamnya adalah malam pertama Bella memimpikan Edward.

4. UNDANGAN
Sebulan telah berlalu dan hampir tiap malam Edward muncul dalam mimpi Bella. Sementara Tyler menjadi terobsesi ingin memperbaiki kesalahannya pada Bella dan ia mengikuti Bella kemana pun Bella pergi, tindakannya tidak hanya membuat kesal Bella, namun juga penggemar Bella yang lain yaitu Mike dan Eric. Di kelas Biologi Mike mengajak Bella untuk menjadi pasangannya di pesta dansa, Edward yang duduk disamping Bella mendengar percakapan itu dan ia menatap Bella deangan penasaran dan raut frustasi, setelah Bella menolak ajakan Mike. Pembicaraan antara Edward dan Bella diwarnai dengan ketegangan dan Edward menyatakan lebih baik kalau ia tidak berteman dengan Bella. Eric juga mencoba mengajak Bella, dan berkat Edward yang menghalangi jalan truk Bella dengan volvonya ketika pulang sekolah, Tyler juga menanyakan hal yang sama, dan untuk kesekian kalinya Bella menolak ajakan itu, dengan alasan akan pergi ke Seattle.
Keesokan harinya Edward mengajak Bella ke seattle pada hari pesta dansa, dengan alasan truk Bella tidak akan sanggup ke seattle, tentu saja Bella bingung dengan sikap Edward, Edward mengatakan lebih baik mereka tidak berteman tapi bukan berarti ia tidak mau menjadi teman Bella. Terlepas dari hal tersebut, Bella mengiyakan ajakan Edward.

5. GOLONGAN DARAH
Pada pelajaran biologi mereka mengetes golongan darah dan Edward membolos dari pelajaran itu. Bella yang tidak tahan mencium bau darah hampir pingsan, dengan pertolongan Mike ia dibawa ke UKS, namun belum tiba di UKS Bella meminta untuk duduk karena merasa mual, tiba-tiba muncul Edward yang langsung menggendong Bella ke UKS. Edward kemudian mengantar Bella pulang ke rumahnya.

6. KISAH-KISAH SERAM
Bella pergi jalan-jalan bersama teman-teman sekolahnya ke pantai La Push. Disana Bella bertemu Jacob Black, anak sahabat ayahnya, yang menceritakan legenda tentang sukunya – Quileute. Legenda yang menyatakan bahwa sukunya adalah turunan serigala – werewolf, dan mereka punya musuh yaitu yang berdarah dingin. Menurut legenda kakek buyutnya membuat kesepakatan damai dengan kelompok vampir (keluarga Cullen) yang beradab (tidak memburu manusia, hanya binatang), mereka diperbolehkan tinggal tapi tidak boleh menginjak tanah suku Quileute.

7. MIMPI BURUK
Malam itu Bella kembali bermimpi, dalam mimpinya muncul sesosok serigala merah kecoklatan di dalam hutan yang gelap, Edward juga muncul dalam sosok vampirnya,dan serigala itu menerjang Edward. Penasaran dengan cerita Jacob, Bella mencari informasi tentang vampir diinternet. Kemudian ia berpikir apa tindakannya jika Edward memang vampir (ia sampai pada kesimpulan Edward pasti bukan manusia), kemudian ia memutuskan bahwa dirinya sudah terlibat terlalu jauh, ia sudah tertarik dengan Edward.

8. PORT ANGELES
Pulang sekolah Bella pergi ke Port Angeles bersama dengan temannya yang akan belanja untuk persiapan pesta dansa. Melalui percakapan dengan temannya Bella mendapat informasi kalau anak keluarga Cullen selalu membolos kalau cuaca sedang cerah, alasannya karena mereka pergi berkemah. Bella berpisah dengan temannya untuk pergi ke toko buku, ia kemudian tersesat. Hari bertambah gelap, diperparah dengan adanya beberapa cowok yang menguntitnya, disaat kritis muncul Edward datang menyelamatkannya dengan mobilnya, Edward tampak sangat marah. Bella kemudian makan malam dengan Edward (Edward tidak makan maupun minum). Bella mengetahui kalau Edward bisa mendengar pikiran orang lain, kecuali pikiran Bella.

9. TEORI
Edward mengantar Bella pulang, dan ia mengebut dengan kecepatan tinggi (begitulah cara ia menyetir, ditilang pun ia tidak pernah, berkat radar alaminya). Dari percakapan mereka sepanjang perjalanan, Bella yakin keluarga Cullen memang vampir. Setelah tiba dirumah akhirnya Bella meyakini tiga hal. Pertama, Edward adalah vampir. Kedua, ada sebagian dirinya – dan Bella tidak tahu seberapa kuat bagian itu – yang haus akan darah Bella. Dan ketiga, Bella jatuh cinta padanya, tanpa syarat, selamanya.

10. INTEROGASI
Keesokan paginya Edward datang menjemput Bella ke sekolah. Saudara-saudara Edward berangkat dengan mobil Convertibel merah milik Rosalie, karena Edward dianggap telah melangar aturan dengan mendekati Bella. Sesampainya di sekolah, Jessica (teman Bella yang menemaninya ke Port Angeles) sudah menanti untuk menanyakan hubungan Bella dengan Edward. Edward yang bisa membaca pikiran Jessica, mengatakan pada Bella bahwa dia bisa mengatakan pada Jessica bahwa mereka memang berkencan.

11. KESULITAN
Pada pelajaran biologi mereka akan menonton film (lampu dimatikan). Edward tidak lagi duduk jauh-jauh dari Bella, ia bahkan duduk sangat dekat sampai lengan mereka nyaris bersentuhan. Tampaknya mereka berdua sama-sama berhasrat untuk saling menyentuh, dan untuk menahannya mereka menyilangkan lengan erat-erat di dada dengan jemari mengepal.

12. PENYEIMBANGAN
Jacob dan Billy, ayahnya, datang berkunjung. Billy yang mengetahui kedekatan Bella dengan Edward tampak tidak menyukai hal tersebut.
Bella membatalkan rencananya ke seattle, ia dan Edward masuk kedalam hutan mendaki gunung (jelas bukan hal mudah bagi Bella). Tujuan mereka adalah sebuah padang rumput kecil yang indah.

13. PENGAKUAN
Edward berdiri dibawah siraman cahaya matahari didepan Bella, memperlihatkan kulitnya yang berkilau seperti berlian. Ia juga memperlihatkan kekuatan dan kecepatannya, seakan memperingatkan Bella untuk menjauhinyanya karena vampir adalah predator terbaik, dan karena ia tidak sanggup menjauhi bella karena Bella bagaikan heroin baginya.

14. TEKAD YANG KUAT MENGALAHKAN HAMBATAN FISIK
Edward mulai terbiasa berada didekat Bella, ia lebih mampu menahan rasa haus yang timbul karena mencium aroma darah bella (yang menurutnya sangat nikmat, ibarat anggur langka). Malam itu Bella tertidur dalam pelukan Edward di kamar Bella (rupanya selama ini Edward memang hampir setiap hari menginap di kamar bella, ia suka melihat Bella tidur).

15. KELUARGA CULLEN
Edward mengajak Bella untuk bertemu dengan keluarganya, Bella merasa takut, bukan karena akan bertemu keluarga vampir, tapi takut keluarga Edward tidak menerima dirinya. Kenyataannya keluarga Edward menerima Bella dengan senang hati (kecuali Rosalie yang pergi entah kemana dan mengajak Emmett bersamanya).

16. CARLISLE
Edward menceritakan tentang Carlisle (ayah angkat Edward / dr. Cullen), yang telah berusia 362 tahun. Ayah Carlisle adalah seorang pendeta Anglikan, mungkin karena itulah Carlisle menolak untuk memangsa manusia setelah dirinya berubah menjadi vampir. Karena hatinya yang baik, ia memutuskan untuk menyelamatkan nyawa manusia dengan menjadi dokter, untuk itu Carlisle berlatih selama dua abad mengendalikan rasa hausnya akan darah.

17. PERMAINAN
Badai akan datang dan keluarga Cullen memutuskan inilah saat yang tepat untuk bermain bisbol, dan mereka mengajak Bella untuk datang menonton. Ketika petir mulai menggelegar mereka memulai permainan, Bella akhirnya mengerti mengapa saat badai adalah saat yang tepat bagi keluarga Cullen untuk bermain bisbol, karena rupanya permainan bisbol mereka agak berbeda. Kekuatan mereka menimbulkan suara menggelegar ketika mereka memukul bola bisbol, dan kecepatan yang mereka miliki mengharuskan penggunaan lapangan bisbol yang lebih luas.

18. PERBURUAN
Saat berlangsungnya permainan, tanpa terdeteksi oleh Alice yang mampu melihat masa depan, datang kelompok vampir lain yang terdiri dari tiga vampir, dua pria, Laurent (bertindak sebagai pemimpin) dan James, dan satu wanita – Victoria. Mereka tidak sama dengan keluarga Cullen, mata mereka berwarna merah, yang hanya bisa berati satu hal, mereka memangsa manusia. Mereka datang karena tertarik pada permainan bisbol keluarga Cullen,tapi ketika mencium aroma Bella, niat mereka segera berubah menjadi berburu, terutama bagi James yang tertantang karena Bella dilindungi Edward.

19. PERPISAHAN
Edward memutuskan untuk menyembunyikan Bella. Bella mengatakan pada Charlie ia ingin pulang ke Renee (tentu dengan kata-kata yang menyakitkan, ia tidak mungkin berterus terang mengatakan alasannya). Jasper dan alice membawa Bella, sementara Rosalie dan Esme mengecoh Victoria, sedangkan James dikecoh oleh Carlisle, Edward, dan Emmett.

20. KETIDAKSABARAN
Jasper dan Alice melarikan Bella kearah selatan – ke Phoenix, kemudian mereka menunggu kabar dari Carlisle di dalam sebuah kamar hotel. Ketika mereka di dalam kamar hotel, Alice melalui penglihatannya melihat sang pemburu berada di sebuah ruangan cermin, yang berarti si pemburu akan lolos dari jebakan Edward.

21. TELEPON
James menelpon Bella dan mengancam bahwa ia telah menawan Renee, jika Bella ingin ibunya selamat Bella harus melepaskan diri dari Alice dan Jasper untuk menemuinya. Bella memutuskan mengikuti tuntutan James walaupun ia tidak yakin tindakannya dapat menyelamatkan ibunya.

22. PETAK UMPET
Bella masuk perangkap James, ternyata Renee tidak terancam bahaya, James menggunakan suara Renee yang terekam di VCR untuk memancing Bella. Tujuan James yang sebenarnya adalah Edward, maka ia berencana menyiksa Bella dan merekam penyiksaan itu, supaya Edward marah dan berkeinginan untuk membalas dendam. Namun ketika ia mencium bau darah Bella yang tercecer, ia hilang kendali dan menggigit Bella dalam usaha memuaskan dahaganya.

23. MALAIKAT
Edward, Alice, dan Carlisle datang menyelamatkan Bella tapi racun dari taring James mulai bereaksi. Edward harus menghisap racun itu keluar, namun ia ragu bisa menghentikan dirinya sendiri dari menghisap darah Bella hingga kering. Keadaan Bella kian parah, ia menjerit-jerit kesakitan. Akhirnya Edward membulatkan tekad dan ia berhasil menyelamatkan bella.

24. JALAN BUNTU
Ketika Bella tersadar ia berada di RS dan Edward selalu berada didekatnya sepanjang waktu. Dari Edward, Bella mengetahui bahwa James telah dibereskan oleh Emmett dan Jasper.Kepada ibu Bella yang datang menunggunya pulih, Edward mengatakan kalau Bella terjatuh dari tangga hotel dan menabrak kaca ketika hendak menemuinya.
EPILOG : ACARA ISTIMEWA
Edward mengajak Bella ke prom (Bella didandani habis-habisan oleh Alice). Saat mereka berdansa, Bella berusaha mengubah keputusan Edward mengenai merubahnya menjadi vampir (Edward ingin Bella tetap hidup sebagai manusia hingga tua dan meninggal), namun seperti yang diduga TIDAK BERHASIL. Tapi Edward berjanji untuk tinggal bersama Bella.

Senin, 01 Desember 2008

MAWAR BERDURI

Di kota tempatku tinggal ada seorang gadis yang cantik rupawan, tak seorang pun gadis di kota ini maupun di kota sekitar yang menyamai kecantikannya. Namun gadis itu tidak hanya terkenal akan kecantikannya namun juga terkenal akan sifatnya yang buruk, ia tidak ramah terhadap orang-orang, kata-kata yang keluar dari mulutnya seringkali menyinggung perasaan orang lain, ia pun tidak segan-segan menggunakan tangannya untuk memukul orang bila ia tidak suka pada perilaku orang tersebut. Banyak rumor-rumor negatif yang beredar di kotaku tentang gadis tersebut.

Suatu ketika tanpa sengaja aku bertubrukan dengannya ketika aku pulang kuliah. Buku-buku dan barang-barang yang kutenteng dengan kantong berhamburan di jalan. Melihat wajahnya yang mengernyitkan kening, dengan seketika aku panik dan ketakutan, dengan susah payah keluar juga kalimat itu,”Ma..maaf.” kataku terbata-bata tanpa sanggup mengeluarkan kalimat lain. Tanpa kusangka ia balas menjawab,”Tidak apa-apa, aku juga salah.” Kemudian ia membungkuk mulai memunguti buku dan barang-barangku. Sejenak aku tertegun, kemudian aku ikut memunguti barang-barangku. “Terima kasih.” Kataku saat ia menyerahkan barang-barangku padaku. Ia tidak menjawab, hanya menyunggingkan senyum kecil, bukan senyum yang ramah, tapi cukup sopan, kemudian ia berlalu.

Ternyata ia tidak seburuk yang orang-orang katakan pikirku, tadi aku sudah mengantisipasi kemarahannya, tapi ternyata itu tidak terjadi, bahkan ia mau membantuku. Aku jadi penasaran dengan dirinya, apa benar anggapan orang-orang selama ini terhadap dirinya? Jika benar mengapa aku tidak menangkap sikap seperti itu pada dirinya tadi?

Sejak saat itu kucoba tersenyum dan menyapa, saat kami bertemu. Ketika pertama kali memang canggung, raut wajahnya sama ketika ia kutabrak, mengernyitkan kening, seakan tidak suka dengan yang terpampang di depannya, namun setelah sesaat raut wajahnya kembali seperti semula setelah mengenaliku, tidak bisa dibilang ramah, tapi paling tidak juga tidak menolakku. Lama-lama kami makin akrab, memang membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk bisa berteman atau dianggap teman olehnya. Setelah bertahun-tahun berteman akhirnya kutahu alasan kenapa sifatnya seperti itu dan mengapa orang-orang berpikir negatif terhadap dirinya.

Sejak kecil ia hidup dalam penolakan, kebencian, dan rasa iri dari orang lain, sehingga ia tidak mudah percaya maupun bersikap ramah terhadap orang. Semasa ia sekolah di SD, sifatnya masih cukup ramah, ia masih suka tersenyum walaupun tidak banyak orang yang baik padanya. Anak lain akan menganggap ia sombong jika ia tidak mau berbagi jawaban atas tugas-tugas yang diberikan guru. Biasanya kalimat yang keluar dari mulut anak-anak itu adalah “Mentang-mentang pinter!”, atau “Cakep tapi belagu!”. Anak-anak cewek lebih sengit lagi membencinya karena kecantikannya, tapi banyak anak cowok yang tertarik padanya, dan hal itu semakin memperparah kebencian anak-anak cewek disekitarnya.

Banyak cowok yang mendekatinya dan memberikan segala macam benda padanya, kata mereka sih bukti cinta mereka padanya. Namun tak seorang pun cowok yang ia jadikan pacar, akibatnya ia dibenci juga oleh para cowok, nyanyian “Cakep tapi belagu!”, ”Mentang-mentang cakep!”, “Dasar sombong!”, dan semacamnya semakin santer terdengar seiring dengan bertambahnya usianya. Ketika kutanya kenapa ia menolak semua cowok yang mendekatinya, ia menjawab,”Mereka mendekatiku hanya karena penampilanku, lagipula mereka menganggap aku semacam tropi, jika salah satu dari mereka dapat berpacaran denganku maka ia akan bangga sekali seperti memenangkan pertandingan terhadap cowok-cowok lainnya dan tropinya adalah aku. Buat apa aku berpacaran jika hanya dianggap sebagai benda, aku tidak dihargai sebagai aku. Lagipula selama ini tidak ada satu pun pribadi mereka yang kusukai, jika aku mengiyakan ajakan mereka bukankah aku akan jadi orang bodoh yang menipu diri sendiri.”

Mendengarnya aku menjadi sedikit memahaminya. Tapi dibalik serangan-serangan kecil itu, aku mendengar hal-hal yang lebih mengerikan lagi. Karena ia cantik, pria yang mendekatinya tidak mengenal batasan umur, banyak diantara mereka yang mengambil kesempatan dalam kesempitan. Melihat wajah cantik dan tubuh indah, tangan mereka menjadi liar. Tidak terhitung lagi pelecehan yang dialami dirinya. Sewaktu masih SD, ia sudah terbiasa berangkat ke sekolah sendirian, ada seorang bapak yang rupanya tidak tahan melihat dirinya, maka beraksilah tangannya dengan ditutupi koran supaya tidak terlihat penumpang lain, dengan bebasnya menggerayangi anak SD yang mungkin saja seumur dengan anaknya. Hingga kini dan aku rasa akan tetap berlanjut ia akan terus diganggu oleh tangan-tangan jahil di angkutan umum, yang kelihatannya tidak tahan melihat barang bagus. Tentu saja ia tidak berdiam diri begitu saja menerima pelecehan seperti itu di kendaraan umum, sering kali ia mengkonfrontir orang-orang tersebut.”Eh, ngapain tangan lo ngegerepe-gerepe!”, “Nggak tau sopan santun apa! Nggak pernah diajarin orang tua ya!”. Namun apa jawaban mereka? Ada yang berpura-pura menjadi orang baik yang menjadi korban salah tuduh,”Kamu ngomong apa sih, jangan nuduh sembarangannya! Jangan mentang-mentang cakep jadi kamu pikir kita pasti mau sama kamu. Sok kecakepan!” Ada yang tidak repot-repot membela diri dan mengakui tindakannya tapi tidak merasa tindakannya itu salah,”Salah sendiri situ cakep, tangan kita jadi gatel.”, “Situ yang minta digerepe, udah bagus nggak diperkosa.” Aku yang bukan orang yang merasakannya sendiri saja merasa darahku mendidih mendengar kata-kata seperti itu, bagaimana dia yang sudah dilecehkan dan dikata-katai. Jadi aku maklum saja bila dia menjadi suka melayangkan tangannya setelah mendengar kata-kata seperti itu.

Mengenai teman-temannya yang jumlahnya amat sedikit aku juga dapat memakluminya. Teman-temannya yang sekarang termasuk diriku ini, sudah bisa dianggap lulus seleksi. Jangan berburuk sangka dulu, maksudku dengan lulus seleksi adalah orang-orang yang mendekati dan berteman dengannya tidak dengan niat tertentu yang tidak baik. Banyak yang mendekatinya sebagai teman hanya karena gengsinya akan naik kalau berteman dengan orang yang cantik dan pintar, katanya sih seperti golongan elite. Ada yang mendekatinya untuk memanfaatkan kecantikan dan kepintarannya, kalau sebagai temannya tentu akan dibantu bukan. Kata-kata favorit mereka adalah,”Kan kita teman.”, tapi teman-teman palsu itu akan meninggalkannya saat ia kesusahan, membencinya karena merasa kalah dan tidak akan pernah menang darinya, memfitnahnya karena ia tidak bisa menerima dirinya dimanfaatkan oleh mereka.

Kami yang memahami dirinya mengerti bahwa ia adalah orang yang baik. Dirinya yang tidak ramah adalah akibat orang-orang yang tidak ramah padanya. Dirinya yang suka menilai orang karena orang-orang umumnya melakukan tindakan yang membuatnya harus bisa menilai seseorang jika ia ingin survive di lingkungannya. Tindakannya yang buruk karena orang lain melakukan tindakan buruk padanya. Ia hanya manusia biasa yang berusaha melindungi dirinya sendiri dari dunianya yang tidak bersahabat. Seperti mawar yang indah namun berduri tajam untuk melindungi dirinya.